Warti Buleleng, Kreatif Kembangkan Karya Menu Baru, Catering Warti Buleleng didirikan pada tahun 1989 oleh Ni Ketut Warti yang tentu tak asing lagi di Bali. Dengan moto Berkarya Sepanjang Masa Bermanfaat Sepanjang Hayat, Catering Warti Buleleng selalu berkreasi dan inovatif dalam mengembangkan karya menu baru. Catering Warti Buleleng melayani jasa catering, prasmanan, nasi kotak, snack serta dekorasi untuk berbagai acara seperti acara pernikahan, peresmian, upacara adat Bali, pesta ulang tahun, rapat, gathering, seminar dan lain-lain. Warti Buleleng meyediakan berbagai jenis masakan dengan pilihan menu masakan Internasional, menu masakan Indonesia dan menu masakan Tradisional Bali.
RESEP TERBARU
Krupuk Klejat, Makanan Khas Serangan, Bosan makanan ringan seperti krupuk babi, krupuk kebo, krupuk ayam dan lain-lainnya? Anda bisa mencicipi Krupuk Klejat salah satu makanan ringan khas Kota Denpasar tepatnya di Kelurahan Serangan. Kelompok Belajar Usaha Mina Boga Serangan binaan P3M Universitas Warmadewa merupakan sebuah wadah yang fokus dalam melestarikan masakan khas daerah Serangan.
Catering Warti Buleleng didirikan pada tahun 1989 oleh Ni Ketut Warti yang tentu tak asing lagi di Bali. Dengan moto Berkarya Sepanjang Masa Bermanfaat Sepanjang Hayat, Catering Warti Buleleng selalu berkreasi dan inovatif dalam mengembangkan karya menu baru. Catering Warti Buleleng melayani jasa catering, prasmanan, nasi kotak, snack serta dekorasi untuk berbagai acara seperti acara pernikahan, peresmian, upacara adat Bali, pesta ulang tahun, rapat, gathering, seminar dan lain-lain. Warti Buleleng meyediakan berbagai jenis masakan dengan pilihan menu masakan Internasional, menu masakan Indonesia dan menu masakan Tradisional Bali.
Siapa yang tidak mengenal Warung Satria. Warung yang telah berdiri selama 39 Tahun yang lalu telah menjadi Legenda Kuliner di Kota Denpasar. Jadi tidak salah kalau Warung Satria selalu dicintai pelanggannya. Nasi campur ayam menjadi khas warung milik Ni Ketut Kerti yang terletak di Jl. Kedondong Denpasar. Ketika ditanya kunci suksesnya, dengan bahasa bersahaja Kerti mengatakan: “Keuletan dan kerjakeras akan membuahkan keberhasilan.”
Siang itu seperti biasa Denpasar sangat panas dan ditambah lalu lintas yang begitu padat. Tim Food Heritage Kota Denpasar memutuskan untuk mencoba makan siang di daerah Renon. Banyak sekali tempat makan yang berkualitas dan tentunya hidangan yang sangat nikmat. Salah satunya adalah Bendega. Tempat makan milik orang no 1 di Denpasar ini memiliki berbagai macam menu, salah satunya adalah Paket Ikan Bakar.
Pada saat ini, sering sekali kita mendengar di televisi maupun media cetak bahwa banyak makanan yang mengandung zat-zat beracun bagi tubuh. Untuk memberi rasa nyaman bagi tubuh anda, olahan masakan berbahan kakul seperti sate kakul, ares kakul, oseng-oseng kakul, penyon kakul, tum kakul dan krupuk kakul buatan Pan Putu bisa menjadi alternatif untuk kesehatan anda.
Anda rindu dengan makanan khas Bali? Cobalah mampir di warung Mawar milih Luh Parmi di Jalan Ratna Gang Mawar no 3 Denpasar. Salah satu menu yang menjadi andalannya adalah Nasi Sela (nasi dicampur dengan ketela). Dengan pelengkap lainnya seperti sate ikan, urab pakis, pepes ikan tuna, teri goreng, belut goreng dan berbagai macam sambal menambah lezatnya nasi sela. Mau coba?
Banyak orang bilang kalau membuat makanan tradisional sangat repot dan rumit. Disamping itu makanan tradisional juga jarang ditemukan lagi karena mulai terkubur oleh kemajuan budaya global. Tetapi tidak demikian dengan jajan khas Bali seperti Laklak, Lukis, Injin, Pisang Rai dan lain-lainnya. Sangat mudah menemukan berbagai macam jajan Bali ini. Salah satunya adalah di warung Mawar milik Luh Parmi di Jalan Ratna Gang Mawar no 3 Denpasar.
Ny. Kerti : Sukses Berkat Keuletan dan Teguh Menjaga Citarasa, Mulanya adalah sebuah upaya untuk mempertahankan diri dari keterhimpitan ekonomi. Berbekal semangat yang kuat Ni Ketut Kerti menyunggi tampah berisi nasi dan aneka lauk-pauknya seperti plecing kacang panjang, ayam betutu, telur bumbu pindang, kacang goreng, srundeng dan sambal. Tahun 1968 ketika itu. Tahun di mana krisis ekonomi pasca kisruh politik tahun 1965 masih kuat terasa. Saat itu, saban hari Kerti menapaki jalan-jalan sekitar Jalan Veteran, Jalan Abimanyu, Jalan Arjuna, Jalan Gajah Mada, dan kawasan Pasar Badung. Sasaran utamanya adalah para pedagang di Pasar Badung dan pelayan toko-toko di sepanjang Jalan Gajah Mada.
Denpasar Food Festival diadakan setiap akhir tahun. Diikuti lebih dari 100 pedagang dan dimeriahkan beberapa kegiatan seperti lomba memasak dan demo memasak. Diadakan di sepanjang jalan Gajah Mada Denpasar.
Kuliner diadakan sekitar bulan Pebruari untuk merayakan HUT Kota Denpasar. Diikuti lebih dari 50 pedagang. Diadakan di depan Museum Bali Lapangan Puputan Badung.